⬅ Kembali

APA ITU TRICHODERMA?

👤 Rina Silvana Aisyah
📅 04 Jul 2026 14:04

Pengertian Trichoderma Trichoderma adalah jenis jamur (fungi) alami di dalam tanah yang bersifat antagonis atau menjadi musuh alami bagi jamur patogen (jahat) penyebab penyakit tanaman. Selain berfungsi sebagai pembasmi penyakit (bio-fungisida), Trichoderma juga berperan sebagai penyubur tanah (bio-fertilizer) dan perangsang pertumbuhan (bio-stimulan). Mekanisme Kerja Trichoderma melindungi dan merangsang pertumbuhan tanaman melalui 4 cara utama: Mikoparasit: Melilit dan menyerap nutrisi dari jamur patogen hingga mati. Antibiosis: Mengeluarkan zat antibiotik yang meracuni perkembangan penyakit di dalam tanah. Kompetisi: Tumbuh dengan sangat cepat untuk merebut makanan dan tempat tinggal, sehingga jamur jahat mati kelaparan. Simbiosis: Masuk ke jaringan akar untuk membantu tanaman menyerap unsur hara secara lebih efisien. Manfaat Spesifik Berdasarkan Jenis Tanaman 1. Tanaman Padi Mencegah busuk pelepah akibat jamur Rhizoctonia solani. Merangsang pertumbuhan jumlah anakan produktif per rumpun. Memperkuat batang padi agar lebih tahan rebah melalui optimalisasi penyerapan silika. 2. Tanaman Jagung Melawan penyakit bulai (Peronosclerospora maydis) sejak fase benih. Mengoptimalkan pengisian biji jagung hingga penuh ke ujung tongkol (muput). Mencegah busuk akar pada kondisi lahan yang terlalu lembap. 3. Tanaman Porang Menjadi benteng pertahanan umbi dari ancaman utama jamur busuk umbi (Sclerotium rolfsii). Mempercepat dan memaksimalkan produksi umbi katak (bubil). Menjaga umbi tetap sehat di dalam tanah selama masa dormansi. 4. Tanaman Rimpang (Jahe, Kunyit, Temulawak) Mengatasi masalah layu mendadak akibat Fusarium sebelum panen. Menggemburkan tanah sehingga rimpang tumbuh lebih besar, padat, dan berbobot. 5. Tanaman Hortikultura (Cabai, Tomat, Melon) Mencegah penyakit patek (antraknosa) dan layu bakteri. Meningkatkan masa simpan hasil panen karena tanaman tumbuh lebih sehat.

📄 Preview Dokumen