Detail Berita
Ngawi, 23 April 2026 – Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Madiun bersama Balai Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Wilayah IV Kadipaten melaksanakan kegiatan Pelatihan Sistem Informasi Geografis (SIG) Berbasis Ponsel selama empat hari, mulai Senin hingga Kamis, 20–23 April 2026.
Kegiatan ini diselenggarakan di Sekretariat Kelompok Perhutanan Sosial (PS) KTH Widodaren Makmur, Desa Widodaren, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi. Pelatihan diikuti oleh 20 peserta dari 9 Kelompok PS serta didampingi oleh 10 orang penyuluh pendamping.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Balai P2SDM Wilayah IV Kadipaten beserta jajaran, Widyaiswara, serta Kepala CDK Wilayah Madiun bersama Kepala Seksi RLPM.
Pelatihan secara resmi dibuka pada 20 April 2026 oleh Kepala Balai P2SDM Wilayah IV Kadipaten. Dalam sambutannya disampaikan bahwa peningkatan kapasitas kelompok Perhutanan Sosial menjadi hal yang sangat penting, khususnya dalam memenuhi kewajiban kelompok untuk melakukan penandaan batas wilayah kerja sebagaimana tercantum dalam Surat Keputusan (SK) pengelolaan.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi teori sebanyak 11 Jam Pelajaran (JPL) serta praktik lapangan selama 29 JPL. Aplikasi yang digunakan dalam pelatihan ini meliputi Locus GIS dan Locus Map untuk pengambilan data di lapangan, serta ArcGIS dan QGIS untuk pengolahan dan pembuatan peta.
Kegiatan praktik lapangan dilakukan dengan melakukan penandaan batas andil garapan anggota pada areal Kelompok PS KTH Widodaren Makmur. Data hasil pengukuran kemudian diolah menjadi peta wilayah kerja kelompok.
Pelatihan ditutup pada 23 April 2026 oleh Kepala CDK Wilayah Madiun. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa kemampuan yang telah diperoleh peserta diharapkan dapat segera diimplementasikan melalui penandaan batas sesuai dengan rencana aksi kelompok masing-masing.
Lebih lanjut disampaikan bahwa penandaan batas andil garapan ini sangat penting dalam memberikan kepastian hukum atas lahan garapan bagi anggota kelompok Perhutanan Sosial.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kapasitas kelompok Perhutanan Sosial semakin meningkat, sehingga mampu mengelola kawasan hutan secara optimal, tertib, dan berkelanjutan.
Kembali